[Fanfiction] Rain

rain-request

Title : Rain

Starring;
SHINee’s Minho

Mentioned! Red Velvet’s Seulgi! Slight! Red Velvet’s Irene

PG-15 | Ficlet (300+ words) | AU! Hurt!

by. Nona Bell

Poster credit LittleCookie@SPZ

“Jika hujan ini bisa menghapus seluruh dosaku, kesalahanku padamu. Aku bahkan rela mati kedinginan di bawah hujan ini.”

Langkah itu terus beradu dengan kerasnya aspal jalanan. Hujan mengiringi setiap langkahnya. Tak gentar, meski tubuh tegap itu telah menggigil kedinginan. Sungguh, hatinya terasa lebih dingin. Dingin oleh rasa sakit yang ia ukir sendiri.

Pemuda itu, Choi Minho, mengusap kasar wajahnya yang basah oleh air hujan. Lalu menatap nanar ke arah langit yang diselimuti oleh gumpalan awan hitam.

Gelapnya langit mengingatkannya pada manik gelap gadis itu. Gadis yang mengisi relung hatinya tiga tahun belakangan ini. Yang bahkan rela tersakiti karena perbuatan Pemuda itu.

Minho menghela napas keras. Mencoba mengurangi beban di hatinya. Namun hasilnya nihil. Beban-beban itu masih bersarang di hatinya. Semakin lama semakin terasa berat. Sungguh, ia sudah tidak sanggup memikul beban itu lagi. Tapi apa dayanya, mungkin inilah ganjaran atas perbuatannya pada gadis itu.

Gadis itu, yeah, bayang-bayang gadis itu terus menghantui pikiran Minho. Gadis itu, Kang Seulgi. Kekasih pertamanya. Cinta pertamanya. Dan cinta terakhirnya. Ia bersumpah, tidak akan pernah ada gadis lain yang akan bisa menggantikan posisi Seulgi.

Sekalipun gadis itu membenci dirinya. Sekalipun takdir telah memisahkan meraka.

Sekalipun nanti Minho telah menjadi milik wanita lain.

“Kenapa kau hujan-hujanan?” Seorang wanita muda bersurai hitam legam datang menghampiri Minho dengan sebuah payung hitam ditangannya. Air mukanya penuh kekhawatiran. Ia memang sangat mengkhawatirkan Pemuda itu.

Calon suaminya.

Sang ayah dari janin yang wanita itu tengah kandung.

“Tidak pa-pa.” Minho tersenyum tipis. Mencoba menenangkan wanita dihadapnnya itu. “Masuklah! Jaga kesehatanmu, Irene!” mengusap pelan perut buncit wanita itu.

Irene, wanita itu, tersenyum kecil. Lalu menggenggam hangat jemari milik Minho. Mencoba menyalurkan kehangatan pada telapak dingin itu.

Minho balas tersenyum samar. Mencoba menyenangkan hati wanita itu. Hati dari ibu anaknya kelak. Anaknya yang berada dalam kandungan wanita itu.

Ia menyesal karena telah kalah pada nafsunya malam itu. Ia menyesal karena telah menghancurkan hati gadisnya malam itu. Kang Seulgi.

Ia menghela napas lemah. Berguman dalam hati,

“Jika hujan ini bisa menghapus seluruh dosaku, kesalahanku padamu. Aku bahkan rela mati kedinginan di bawah hujan ini.”

 

 

fin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s